AKHIR KELANA
kelana berhenti sampai di sini
ketika senja mulai menyusut
goresan tinta tiada lagi
buku catatan sudah ditutup
ditulis oleh Moyank pada
pukul 6:41 PM
|
KURSI YANG TAK PERNAH LAGI DIDUDUKI
dia datang
ketika cuaca mulai dingin
waktu yang sombong
tak mau menoleh ke belakang
senja berlalu
tinggalkan warna keemasan
debur ombak
sudah intim benar bagi pendengaran
sebuah kursi
tak pernah lagi diduduki
seseorang yang dicari
telah lama pergi
ditulis oleh Moyank pada
pukul 2:37 PM
|
SEBUAH TIKAMAN
aku terlalu lama bermimpi
ketika pulas tertidur di sebuah kursi
tiba-tiba kau datang
berjingkat melawan sepi
dari belakang kau tancap belati
darah mengucur kental
warnanya hitam
ditulis oleh Moyank pada
pukul 2:30 PM
|
MEMAKNAI CINTA
cinta yang tumbuh dengan kebersamaan
akan menuai kesetiaan dan kebahagiaan
sebesar apapun badai menghempas bahtera
samudera kan kembali tenang seperti semula
cinta yang datang karena keterpaksaan
akan menyebarkan ceracau kata dan pikiran
segalanya hanya berisi harapan dan impian
tak kan mudah mewujud dan maujud
hanya kesiasiaan dan ketersesatan terhampar
cinta yang datang dengan ketulusan hati
dan keyakinan jiwa pribadi
akan menasbihkan segala cita
tak kan pernah terlupa mula
tak kan pernah terpikir usainya
ditulis oleh Moyank pada
pukul 10:15 AM
|
TENTANG PEREMPUAN
perempuan menghitung bulan
daun-daun berguguran
harapan terpuruk di pinggir jalan
airmata berjatuhan
ditulis oleh Moyank pada
pukul 10:00 AM
|
PERPISAHAN
sebentar saja datang
kemudian pergi menghilang
cincin pertunangan
masih digenggam
airmata tak terhentikan
berlinang
seorang lelaki tinggalkan
kenangan
tapak kaki di pantai
airmata perempuan
ditulis oleh Moyank pada
pukul 9:31 AM
|
YANG TERLUPAKAN
sejenak aku terdiam
terpaku memandang segenap ruang
ada sajadah terkoyak ujungnya
terhampar begitu saja
di atas lantai berdebu
menghitam kusam
di sudut kamar
cinta tergolek lemah
tak tersapa
oleh kata
oleh suara
hanya airmata
ditulis oleh Moyank pada
pukul 9:13 AM
|
KELAM
hujan telah berhenti, dipukul angin selatan.
terdengar bisik mengusik pelan:
"senja berlalu begitu muram. matahari tak
tinggal warna keemasan. hanya hitam. kelam."
ditulis oleh Moyank pada
pukul 8:31 AM
|
MAKI DIRI
jendela yang terbuka
sinar purnama
taburan bintang mempesona
jengkrik jadi kawan setia
ketika aku tak dapat menutup mata
dan masuk ke taman mimpimu
kumaki diri sendiri
heran!
kenapa raga ini tak biarkanku bermimpi
sebentar saja nikmati malam hari?
ditulis oleh Moyank pada
pukul 10:50 AM
|
MENCARI KESETIAAN
kali ini kita diuji mukul seluruh rasa berseliweran segala cita tapi kita selalu saja bertanya: inikah cinta? atau dusta?
sekali ini aku pertanyakan kembali: apakah itu cinta? apakah itu setia? sebab aku tak habis pikir perasaan selalu saja melantur dan kita tak pernah mampu mengukur seberapa pantas kita berikan cinta dan sebuah kesetiaan
kemudian kita kembali terjerumus dalam lubanglubang pikiran kita dihempas-lepaskan kepada beban entah kita bisa menyempurnakan perjalanan atau semua bagai kesiasiaan
satu-satunya jawaban bagi hati yang bertepikan angan: "cinta tak melulu berbilang harap"
ditulis oleh Moyank pada
pukul 10:31 AM
|
TAK TERGANTIKAN
tak usah ucapkan lagi katakata
karena sudah kutahu jawabnya
sebab air di bening mata
dan getar bibir memberi tanda
bahwa rasa itu
tak kan mampu tergantikan
oleh katakata atau suara
yang menjerit dalam dada
ditulis oleh Moyank pada
pukul 9:29 AM
|
DAUN DI RANTING LETIH
biarlah helai daun itu menggantung
di ranting letih
sebab tugasku menjaganya dari terik
dan musim yang teramat memaksa
ditulis oleh Moyank pada
pukul 11:10 AM
|
KUSAKSIKAN DIRIMU
ada keindahan dalam dirimu
yang kutangkap kala pijar cahaya putih
memintal benang-benang kasih sayang
sebagai bintangku, tunjukkan padaku
kemana arah mesti kutuju
biarlah musim terus berganti
dan waktu berjalan dengan pasti
hanya kuinginkan darimu
semua ini bisa kumaknai dan berarti
demikian kusaksikan dirimu
dalam senyap dalam hening dan bisu
kita tak bicara lewat kata atau suara
cukup bahasa rasa dan hati saja
ditulis oleh Moyank pada
pukul 12:19 PM
|
DEMIKIANLAH KITA
demikianlah kita
yang selalu duduk berdua
menghitung bintang
menanti beraja
mempersiapkan doa
demikianlah kita
mengendap seluruh rasa
mencoba menjaga cahaya
agar tetap bersinar menerangi
gelapnya ruang hati
kita tahu bahwa hari yang kita lewati
tak semudah mengungkap katakata
sebab kita harus bertarung melawan masa
demikianlah kita
yang terbiasa menyimpan hening
dan kebisuan bersama
ditulis oleh Moyank pada
pukul 8:13 AM
|
KEPEKATAN
cinta yang hitam
membutakan
kesunyian penghabisan
ditulis oleh Moyank pada
pukul 4:23 PM
|
|