Antologi Puisi Kelana Senja

     
Situs Lain
Hamdun Salwa
Empat Unsur
Cermin (Cerita Mini) Hamdun
 
Arsip Lama
October 2003
November 2003
December 2003
January 2004
February 2004
March 2004
April 2004
May 2004
 
Thursday, May 20, 2004

AKHIR KELANA

kelana berhenti sampai di sini
ketika senja mulai menyusut

goresan tinta tiada lagi
buku catatan sudah ditutup

ditulis oleh Moyank pada pukul 6:41 PM |


KURSI YANG TAK PERNAH LAGI DIDUDUKI

dia datang
ketika cuaca mulai dingin

waktu yang sombong
tak mau menoleh ke belakang

senja berlalu
tinggalkan warna keemasan

debur ombak
sudah intim benar bagi pendengaran

sebuah kursi
tak pernah lagi diduduki

seseorang yang dicari
telah lama pergi

ditulis oleh Moyank pada pukul 2:37 PM |


SEBUAH TIKAMAN

aku terlalu lama bermimpi
ketika pulas tertidur di sebuah kursi

tiba-tiba kau datang
berjingkat melawan sepi
dari belakang kau tancap belati

darah mengucur kental
warnanya hitam

ditulis oleh Moyank pada pukul 2:30 PM |


MEMAKNAI CINTA

cinta yang tumbuh dengan kebersamaan
akan menuai kesetiaan dan kebahagiaan
sebesar apapun badai menghempas bahtera
samudera kan kembali tenang seperti semula

cinta yang datang karena keterpaksaan
akan menyebarkan ceracau kata dan pikiran
segalanya hanya berisi harapan dan impian
tak kan mudah mewujud dan maujud
hanya kesiasiaan dan ketersesatan terhampar

cinta yang datang dengan ketulusan hati
dan keyakinan jiwa pribadi
akan menasbihkan segala cita
tak kan pernah terlupa mula
tak kan pernah terpikir usainya

ditulis oleh Moyank pada pukul 10:15 AM |

Tuesday, May 18, 2004

TENTANG PEREMPUAN

perempuan menghitung bulan

daun-daun berguguran

harapan terpuruk di pinggir jalan

airmata berjatuhan

ditulis oleh Moyank pada pukul 10:00 AM |


PERPISAHAN

sebentar saja datang
kemudian pergi menghilang

cincin pertunangan
masih digenggam

airmata tak terhentikan
berlinang

seorang lelaki tinggalkan
kenangan

tapak kaki di pantai
airmata perempuan

ditulis oleh Moyank pada pukul 9:31 AM |


YANG TERLUPAKAN

sejenak aku terdiam
terpaku memandang segenap ruang

ada sajadah terkoyak ujungnya
terhampar begitu saja
di atas lantai berdebu
menghitam kusam

di sudut kamar
cinta tergolek lemah
tak tersapa
oleh kata
oleh suara

hanya airmata

ditulis oleh Moyank pada pukul 9:13 AM |


KELAM

hujan telah berhenti, dipukul angin selatan.
terdengar bisik mengusik pelan:
"senja berlalu begitu muram. matahari tak
tinggal warna keemasan. hanya hitam. kelam."

ditulis oleh Moyank pada pukul 8:31 AM |

Monday, May 17, 2004

MAKI DIRI

jendela yang terbuka
sinar purnama
taburan bintang mempesona
jengkrik jadi kawan setia

ketika aku tak dapat menutup mata
dan masuk ke taman mimpimu
kumaki diri sendiri

heran!
kenapa raga ini tak biarkanku bermimpi
sebentar saja nikmati malam hari?

ditulis oleh Moyank pada pukul 10:50 AM |


MENCARI KESETIAAN

kali ini kita diuji
mukul seluruh rasa
berseliweran segala cita
tapi kita selalu saja bertanya:
inikah cinta? atau dusta?

sekali ini aku pertanyakan kembali:
apakah itu cinta? apakah itu setia?
sebab aku tak habis pikir
perasaan selalu saja melantur
dan kita tak pernah mampu mengukur
seberapa pantas kita berikan
cinta dan sebuah kesetiaan

kemudian kita kembali terjerumus
dalam lubanglubang pikiran kita
dihempas-lepaskan kepada beban
entah kita bisa menyempurnakan
perjalanan atau semua bagai kesiasiaan

satu-satunya jawaban
bagi hati yang bertepikan angan:
"cinta tak melulu berbilang harap"

ditulis oleh Moyank pada pukul 10:31 AM |


TAK TERGANTIKAN

tak usah ucapkan lagi katakata
karena sudah kutahu jawabnya
sebab air di bening mata
dan getar bibir memberi tanda

bahwa rasa itu
tak kan mampu tergantikan
oleh katakata atau suara
yang menjerit dalam dada

ditulis oleh Moyank pada pukul 9:29 AM |

Thursday, May 06, 2004

DAUN DI RANTING LETIH

biarlah helai daun itu menggantung
di ranting letih

sebab tugasku menjaganya dari terik
dan musim yang teramat memaksa

ditulis oleh Moyank pada pukul 11:10 AM |

Tuesday, May 04, 2004

KUSAKSIKAN DIRIMU

ada keindahan dalam dirimu
yang kutangkap kala pijar cahaya putih
memintal benang-benang kasih sayang

sebagai bintangku, tunjukkan padaku
kemana arah mesti kutuju
biarlah musim terus berganti
dan waktu berjalan dengan pasti
hanya kuinginkan darimu
semua ini bisa kumaknai dan berarti

demikian kusaksikan dirimu
dalam senyap dalam hening dan bisu
kita tak bicara lewat kata atau suara
cukup bahasa rasa dan hati saja

ditulis oleh Moyank pada pukul 12:19 PM |

Friday, April 30, 2004

DEMIKIANLAH KITA

demikianlah kita
yang selalu duduk berdua
menghitung bintang
menanti beraja
mempersiapkan doa

demikianlah kita
mengendap seluruh rasa
mencoba menjaga cahaya
agar tetap bersinar menerangi
gelapnya ruang hati

kita tahu bahwa hari yang kita lewati
tak semudah mengungkap katakata
sebab kita harus bertarung melawan masa

demikianlah kita
yang terbiasa menyimpan hening
dan kebisuan bersama

ditulis oleh Moyank pada pukul 8:13 AM |

Thursday, April 29, 2004

KEPEKATAN

cinta yang hitam
membutakan

kesunyian penghabisan

ditulis oleh Moyank pada pukul 4:23 PM |

© 2003 designed by moyank himself & hk